Jumat, 22 Oktober 2010

Keajaiban Syukur Menghilangkan Kesusahan

Syukur memiliki hikmah yang besar. Di dalamnya, terkandung keutamaan-keutamaan yang akan diperoleh bagi pelakunya. Syukur merupakan energi yang dahsyat untuk menggapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.


Seringkali seseorang yang tertimpa musibah atau kesusahan jika disuruh bersyukur akan mengatakan, "Bagaimana mau bersyukur jika saya sedang berada dalam kesusahan?" Saya tidak ingin menjawab sanggahan tersebut dengan argumentasi teoritis, tapi menjawabnya dengan memberikan contoh nyata bahwa syukur betul-betul dapat menghilangkan kesusahan yang dialami. Berikut ini kisahnya.

Pada tahun 90-an seorang laki-laki muda merintis usaha kios bensin setelah memperoleh bantuan modal dari Asuransi Takaful. Bisnis kios bensinnya berkembang cukup pesat. Namun, ketika terjadi krisis ekonomi 1998, bisnisnya bangkrut karena terjadi kelangkaan BBM. Akibatnya, ia mengalami kerugian besar. Padahal, beberapa hari sebelumnya, ia juga baru saja kehilangan sepeda motornya.

Selain bisnisnya bangkrut, ia juga menanggung beban hutang yang cukup besar. Belum lagi tanggungan kewajiban membiayai istri dan anak-anaknya. Rumah kontrakannya belum dibayar, SPP anak pertamanya selama setahun juga menunggak. Kondisi ekonominya pada waktu itu benar-benar minus.

Sekalipun demikian, ia tidak kehilangan rasa syukurnya kepada Allah. la merasa sedang mendapat pelajaran dan pendidikan dari Allah melalui musibah yang dialaminya. Karena itu, ia tidak mengeluh apalagi menggugat ketentuan Allah. la menganggap musibah yang dialaminya adalah ujian dari Allah untuk dirinya dan keluarganya. Ia yakin dibalik ujian pasti ada hikmah yang besar. la hanya bisa berserah diri dan bersandar kepada Allah atas semua cobaan yang dialaminya. la pun berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya kepada Allah sebagai cerminan rasa syukurnya.

la kembali melanjutkan hidupnya dengan menjadi sales donat. Setiap pagi ia mengambil donat dari produsen donat, Rosa Donat, dan menjualnya secara door to door, lalu hasil penjualannya disetor pada sore harinya. Dari berjualan donat, ia bisa memperoleh komisi sebesar lima puluh sampai tujuh puluh ribu rupiah per hari. Dengan penghasilan itu, sedikit demi sedikit ia melunasi hutangnya.

Setelah cukup memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang usaha donat, ia mengajak temannya sewaktu kuliah di UGM untuk berbisnis donat. Temannya setuju, dan ia pun mulai merintis usaha donat. Ternyata bisnisnya berkembang pesat. Tahukah Anda, siapakah dia? Dialah A. Khoerussalim, Presiden Direktur PT. Country Lestari, produsen Country Donuts.

Kisah di atas memberikan pelajaran berharga kepada kita, betapa powerful-nya syukur. Dengan bersyukur, pikiran kita tidak terbebani oleh hal-hal yang hilang dari tangan kita, karena semua itu adalah milik Allah. Kita lebih memfokuskan pikiran kepada apa yang dimiliki.

Dengan demikian, hati kita menjadi lapang, pikiran terang, dan performa pun akan meningkat. Sebab, fokus perhatian kita adalah melakukan apa yang bisa dilakukan sebaik-baiknya. Selebihnya, biar Allah yang mengatur.

Al-Qur`an menegaskan, "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah [2]: 152).

Ayat di atas mengingatkan kita agar selalu ingat kepada Allah. Salah satu cara mengingat Allah adalah dengan senantiasa bersyukur kepada-Nya. Jika kita ingat kepada Allah, Allah pun akan ingat kepada kita. Artinya, Allah akan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, di antaranya dengan mengeluarkan kita dari kesulitan dan menunjukkan jalan kemudahan.

Demikian penjelasan Syafi’i Al-Bantanie di dalam bukunya Dahsyatnya Syukur. Secara lugas ia menerangkan, betapa syukur memberikan pengaruh besar bagi pelakunya. Tidak hanya dimudahkan dari segala kesulitan, tapi juga mendatangkan dan menambah rezeki, mendatangkan kesembuhan, dan mengantar ke surga.

Selain itu, buku terbitan QultumMedia ini menggali makna syukur dari berbagai aspek, baik dari sudut pandang Al-Qur`an, hadits, maupun pendapat para ulama. Nah, dalam realita kehidupan masa kini, ia memberikan pandangan yang cukup real tentang penerapan syukur yang bisa kita amalkan setiap hari.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu bersyukur. Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar